Text
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT JALAN DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN OBAT SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN TAHUN 2025
Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Ketepatan pemberian obat menjadi salah satu faktor penting dalam pengobatan skizofrenia untuk mencegah kekambuhan karena memperlukan pengobatan jangka panjang dengan penggunaan antipsikotik maupun antidepresan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien rawat jalan dengan ketepatan pemberian obat skizofrenia di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain cross-sectional secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien skizofrenia rawat jalan selama periode penelitian. Sampel diambil secara total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Ketepatan penggunaan obat dianalisis menggunakan lima parameter, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat durasi. Analisis hubungan karakteristik pasien dengan ketepatan obat diuji menggunakan uji Chi-square. Hasil: Sebanyak 44 pasien skizofrenia memenuhi kriteria inklusi. Tingkat ketepatan pemberian obat secara keseluruhan adalah 95%. Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, dan diagnosis) dengan ketepatan pemberian obat (p > 0,05). Kesimpulan: Pemberian obat skizofrenia pada pasien rawat jalan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun telah sesuai dengan pedoman terapi. Namun, Tidak ditemukan hubungan signifikan antara karakteristik pasien dengan ketepatan pemberian obat.
Tidak tersedia versi lain