Text
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) DAN KARAKTERISTIK LUKA GANGRENE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD SULTAN IMANUDIN PANGKALAN BUN
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah luka gangrene yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi perifer. Gangguan tersebut dapat dideteksi melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI). Kadar gula darah yang tidak terkontrol diyakini turut memperburuk perfusi jaringan dan memperparah karakteristik luka pada penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah dengan Ankle Brachial Index (ABI) dan karakteristik luka gangrene pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik yang dugunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 42 orang. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, pengukuran ABI, dan penilaian karakteristik luka gangrene menggunakan klasifikasi Meggit-Wagner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kadar gula darah yang tinggi berjumlah 31 responden (73,9%), hampir setengahnya responden memiliki nilai Ankle Brachial Index ringan berjumlah 16 responden (38,1%), dan hampir setengahnya responden memiliki karakteristik luka gangrene diderajat 2 berjumlah 11 responden (26%). Dari hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan ankle brachial index (ABI) didapatkan nilai p-value 0,00 lebih kecil dari nilai alpa (0,05), dan hasil analisis variabel kadar gula darah dengan karakteristik luka gangrene terdapat hubungan yang signifikan pada pasien diabetes melitus tipe II didapatkan nilai p-value 0,01 lebih kecil dari nilai alpa (0,05). Dari penelitian ini dapat disimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan Ankle Brachial Index (ABI) dan karakteristik luka gangrene pada pasien Diabetes Melitus Tipe II.
Tidak tersedia versi lain