Perpustakaan STIKES Borneo Cendekia Medika

OPAC

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Skripsi

Profil Penggunaan Obat Pada Pasien Penyakit Dispepsia Rawat Jalan Di Puskesmas Arut Selatan Pangkalan Bun Tahun 2021

Ardita Suwardini - Nama Orang;

Pendahuluan: Berubahnya pola makan serta gaya hidup menjadi satu dari penyebab adanya gangguan pada saluran pencernaan. Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang banyak derita serta paling sering terjadi. Dispepsia dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu meningkatnya sekresi asam lambung, faktor diet, faktor lingkungan, serta faktor psikologi seperti stress.
Metode: Penelitian deskriptif kualitatif secara retrospektif dengan desain Cross sectional dan teknik pengambilan yaitu Purposive Sampling. Sampel dari penelitian diperoleh dari resep pasien dispepsia dewasa rawat jalan usia 18-65 tahun di Puskesmas Arut Selatan Pangkalan Bun.
Hasil: Penderita terbanyak dispepsia berjenis kelamin perempuan yaitu 74 (74%), rentang usia 56–65 jumlah pasien 35 (35%),Golongan obat yang banyak pemakaian yaitu PPI dengan jenis obat omeprazole 20 mg 60 pasien (39,22%), frekuensi 2 x 1. Bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah sediaan capsul omeprazole yaitu sebanyak 60 (39,22%)), rute pemberian oral. Obat penyerta pada pasien dispepsia yaitu dari golongan multivitamin adalah vitamin B1,B compleks dan vitamin C jumlah pemakaian 36 (37,11%) dan variasi jumlah penggunaan terapi antiulkus tunggal ialah omeprazole dengan jumlah pasien 25 (25%), kombinasi 2 antiulkus yang banyak yaitu antasida dengan PPI dan kombinasi 3 antiulkus yaitu PPI, Sitoprotektif, Prokinetik.
Kesimpulan: Pasien yang menderita penyakit dispepsia terbanyak adalah perempuan dengan rentang usia 56–65, golongan obat yang banyak digunakan yaitu PPI dengan jenis obat omeprazole 20 mg, penggunaan terapi antiulkus tunggal yaitu omeprazole, kombinasi 2 antiulkus yaitu antasida dengan PPI dan kombinasi 3 antiulkus yaitu PPI, Sitoprotektif, Prokinetik.


Kata kunci : Profil penggunaan obat, Dispepsia


Ketersediaan
#
My Library (Skripsi) SKF 615.1 ARD p
SKF 00055
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SKF 615.1 ARD p
Penerbit
: ., 2022
Deskripsi Fisik
xvi, 55 hlm.; 30,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Skripsi Farmasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan STIKES Borneo Cendekia Medika
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan STIKES Borneo Cendekia Medika adalah pusat sumber informasi yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan koleksi buku cetak, e-book, jurnal, tugas akhir mahasiswa, serta sumber daya informasi lainnnya di bidang kesehatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?